Sabtu, 29 Agustus 2026

Sindoro Memanggil

Ini adalah pertama kalinya aku ikutan muncak ke gunung, setelah beberapa kali ditawari oleh para sobat gunung. Meskipun Pramuka adalah kegiatan ekskul yang aku ikuti dari SD sampai SMA bahkan saat SMA aku juga ikutan SAKA dan ambil kenaikan tingkat sampe Penegak Laksana, tapi belum sekali pun aku ikutan naik gunung. SMA juga pernah ikutan pertemuan Pecinta Alam sekali, pas kuliah juga beberapa kali join eventnya Sobat Alam, tapi ketika event naik gunung mesti kena skip. Waktu masih dinas di PLN Kudus juga hampir mau nyobain naik ke Gunung Muria, tapi cancel juga. Dan voila, jadinya Mei 2026 berkat rombongan Cucuk Lampah yang dinahkodai Cak Satria Bangun dengan pembina Pak Darmadi akhirnya mengantarkanku ke Puncak Gunung Sindoro 3.153 mdpl.

Perjalanan ke Puncak Sindoro ini tektokan ya gaes, begitu nyampe puncak langsung turun lagi, no ngecamp-ngecamp. Kita juga ngga pake pendampingan ke atasnya, cukup mengandalkan coach Pilih Kondhang yang ngatur perjalanan kami. Kami start dari basecamp kami di daerah Kledung sekitar pukul 01.30 dini hari pada 23 Mei 2026, setelah briefing dan berdoa, kami kemudian lanjut ngojek sampai Pos 1. Alhamdulillah cuaca waktu itu cerah setelah sehari semalam hujan sehingga babang ojek bisa mengantarkan kami sampai Pos 1.

Briefing malam by Coach Kondhang sebelum tidur

Jam 1.20 WIB berdoa sebelum berangkat

Sebelumnya kami dibagi menjadi 3 regu, aku sendiri seharunys masuk regu 2 bersama Faisal dan Yudha, tapi karena dari Pos 1 aku udah ngga sabar nungguin mereka, jadilah aku gabung ke Regu 1 bersama Pak Darmadi, mas Kondhang, mas Mahfud, dan Zein.

Foto bersama di Pos 2 sebelum lanjut perjalanan

Jam 3.28 sampai di Pos 3

Jam 3.48 sampai di Sunrise Camp

Di Sunrise Camp ini anginnya kencang banget karena emang semacam tanah lapang yang luas, pas balik dari puncak juga ternyata di sana udah penuh sama rombongan yang mau ngecamp, banyak tenda yang sudah berdiri. Sebagian rombongan juga banyak yang akhirnya istirahat di Sunrise Camp karena mengantuk.

Dalam perjalanan ini kami juga menjalankan ibadah sholat subuh. Nemu area yang agak luas sidikit di tengah hutan, sholat bergantian. Rasanya inget pas jaman kesamaptaan, sholat di tengah hutan kondisi seadanya, yang penting bisa menjalankan kewajiban.

Sholat berjamaah bergantian di tengah perjalanan ke Pos 4

Paketu ijin untuk tidur dulu sebab ngantuk dan lelah

Istirahat saat menuju Pos 4, menikmati sunrise di Gunung Sumbing yang awesome

Menikmati sarapan with view of Sumbing Mount, masyaAllah, sambil menunggu tim

Setelah tim lengkap, perjalanan dilanjutkan ke pos berikutnya

Muka lelah tapi happy

Jam 7.28 sampai di Pos 4

Di Pos 4 ini terdapat ikonnya Gunung Sindoro yang ramai di media sosial, ialah Watu Tatah. Kami pun saat mau foto harus ngantre panjang, dan aku sendiri pun malas ngantre karena sudah puas foto-fotoin orang. Kebetulan di saat yang bersamaan kami berbarengan dengan rombongan mahasiswa NTU Singapore, yang jumlahnya sampe puluhan.

Fotoin Pak Darmadi di Watu Tatah, beliau ini niat banget lho sampe bawa Bendera Merah Putih dari rumah

Setelah dari Pos Watu Tatah perjalanan beratnya dimulai, jalanan terjal berbatu dan kering. Dari sini aku mulai ditinggal Pak Darmadi dan mas Kondhang, padahal dari bawah beliau-beliau ini selalu setia nungguin aku lho. Tapi ya memang sedikit lagi sampe puncak. Cuma, mau sampe puncak ini effortnya luar biasa banget. Untung ada mas Mahfud dan Zein yang dari awal setia menemaniku.

Savana yang indah sebelum Puncak Sindoro

Jalanan terjal menuju puncak

Jalan terjal berbatu beberapa kilometer menuju puncak

Saat menapaki jalanan terjal dan berbatu ini rasanya pengen banget berhenti, tapi gara-gara aku barengan sama rombongan mahasiswa NTU, ada cowok cewek, dan mereka ini kuat banget, aku jadi ikutan semangat mereka, alias gengsi 🤣. Tapi ada untungnya juga akhirnya aku bisa cepetan sampe.

Saat udah mau nyampe puncak, aku tengok ke belakang, rasanya hebat banget aku bisa sampe di posisi itu, semua terlihat indah dan kecil dari atas, Gunung Sumbing terlihat di belakangku. Tapiii ada rasanya lelah yang bilang, "aku pengen bisa terbang" supaya turunnya ngga perlu jalan LOL.

Semua terlihat kecil dan jauuh

Jam 9.09 sampai di Puncak Gunung Sindoro

Akhirnya seorang Muhdam sampe juga di puncak gunung

Kami menikmati puncak sambil menunggu rombongan lengkap, rasa lelah, letih, dan kantuk terbayar sudah dengan menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang Kuasa, semuanya terlihat indah. Udara yang sejuk, mentari yang cerah, kawah nan cantik, sekitar yang hijau, semua berpadu menjadi lukisan indah. Tapi sayangnya keindahan itu ngga bisa kita nikmati lama-lama, sebab jam 10.00 kami sudah sudah harus turun supaya tiba di basecamp ngga kesorean, kebetulan kabut juga mulai menyelimuti puncak. Setelah cukup istirahat, foto-foto, dan sebagian ada yang menghabiskan bekal makan siang, kami melanjutkan perjalanan kembali ke basecamp.

Dalam perjalanan pulang, Pak Darmadi dan Mas Kondhang makin ngga terkejar, mereka berdua dengan lincahnya menuruni gunung bak penari balet, lincah benerrr. Apalah aku yang udah lelah, takut kepeleset dan terjatuh. Aku bertiga sama mas Mahfud dan Zein, sempat pertengahan jalan kami terjebak hujan, sempat memutuskan untuk berhenti sejenak di Pos 2 sambil menikmati segarnya buah semangka. Rombongan pak Darmadi sampe basecampe sekitar jam 13.30, sedangkan aku sampe sekitar jam 15.00, berturut rombongan mulai berdatangan sampai regu terakhir Faisal dkk sampai jam 17.00.

Terima kasih yang banyak tim Cucuk Lampah yang sudah memberikan aku kesempatan untuk naik gunung untuk pertama, semoga ada kesempatan lagi untuk bergabung dengan kalian. Kunantikan undangan untuk bertemu puncak-puncak gunung berikutnya.

Tim Cucuk Lampah Ekspedisi Puncak Sindoro Mei 2026



Tidak ada komentar:

Posting Komentar